Menteri Lingkungan Hidup Rajin ke KBN Marunda, Ternyata Ini Agendanya!
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Industri PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Marunda, Jakarta Utara, Senin (19/5/2025).
Kunjungan untuk yang kedua kalinya dalam waktu kurang lebih dua bulan ini untuk meninjau langsung upaya pengelolaan lingkungan di kawasan industri dan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, BUMN, dan pelaku usaha dalam mendukung keberlanjutan lingkungan hidup.
Menurut Menteri LH, kunjungan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, BUMN, dan pelaku usaha dalam mendukung keberlanjutan lingkungan hidup.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Hanif Faisol Nurofiq memberikan apresiasi terhadap langkah-langkah konkret yang telah dilakukan PT KBN, khususnya dalam penguatan sistem pemantauan kualitas lingkungan secara digital dan terbuka. Salah satu inisiatif utama yang menjadi perhatian adalah pemasangan Air Quality Monitoring System (AQMS) di dua lokasi strategis kawasan industri, yaitu Marunda dan Cakung.
Direktur Utama PT KBN, Agus Hendardi, memaparkan kondisi terkini perusahaan serta langkah-langkah yang telah dan akan ditempuh untuk memastikan kawasan industri yang dikelola tetap produktif sekaligus berwawasan lingkungan.
"PT KBN terus berkomitmen mewujudkan kawasan industri yang tertib, modern, dan berkelanjutan. Dalam menghadapi isu-isu lingkungan, kami telah mengambil langkah proaktif melalui kolaborasi strategis dan investasi pada sistem pemantauan lingkungan yang berbasis data dan teknologi," ujar Agus Hendardi.
Salah satu upaya yang dilakukan PT KBN adalah menjalin kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta untuk mengintegrasikan sistem aplikasi pemantauan lingkungan milik PT KBN dengan sistem milik DLH DKI Jakarta.
Langkah ini memungkinkan instansi pemerintah mengakses data lingkungan secara real-time, sehingga pengawasan menjadi lebih transparan dan efisien.
Agus Hendardi juga menegaskan bahwa sebagai pengelola kawasan, PT KBN memfasilitasi dan mengawasi pelaksanaan regulasi lingkungan, namun tanggung jawab langsung atas kepatuhan lingkungan berada pada masing-masing tenant yang beroperasi di dalam kawasan. Meskipun demikian, PT KBN secara aktif memberikan edukasi dan dorongan kepada tenant agar selalu mematuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Turut hadir mendampingi dalam kunjungan ini, Direktur Operasional PT KBN Muhammad Isran; Direktur Pemasaran dan Pengembangan PT KBN Faruq Hidayat; serta Direktur Investasi 1 PT Danareksa (Persero), Chris Soemijantoro, selaku perwakilan pemegang saham PT KBN.
Dari pihak Kementerian Lingkungan Hidup, hadir pula sejumlah pejabat tinggi, yakni Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Udara Edward Nixon Pakpahan; Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Air Firdaus Alim Damopoli; Direktur Pengendalian Kerusakan Lahan Ardhi Yusuf; serta Direktur Pengelolaan Pesisir dan Laut Sayid Muhadhar.
Sebagai tindak lanjut dari kunjungan tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup juga menurunkan tim teknis untuk melakukan penyusuran dan pemetaan menyeluruh terhadap kondisi lingkungan di seluruh kawasan yang berada di bawah pengelolaan PT KBN.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya sistematis pemerintah dalam memastikan setiap kawasan industri memiliki tata kelola lingkungan yang sesuai dengan standar nasional dan internasional. Setelah proses di kawasan KBN selesai, KLH berencana menerapkan pendekatan serupa di kawasan industri lainnya di Indonesia.
Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk menciptakan kawasan industri yang tidak hanya kompetitif secara ekonomi, tetapi juga bertanggung jawab secara lingkungan dan berkelanjutan.
Di hadapan media, Menteri LH Hanif Faisol ingin mengecek potensi pencemaran udara yang biasa timbul menjelang musim kemarau, khususnya untuk wilayah DKI Jakarta. Pihaknya sengaja menurunkan sekitar 60 satgas pengendalian lingkungan di mana nantinya bisa dipetakan di mana saja yang perlu jadi perhatian KLH.
"Biasanya memasuki musim kemarau maka kualitas udara Jakarta akan turun. Ini kemarin saya membaca di beberapa media sudah turun ya (kualitas udara), dan saya minta maaf untuk itu," katanya.
Dia akan terus mendatangi titik-titik yang berpotensi menjadi kontributor penyebab
"Jadi sejak dini kita telah melakukan kegiatan seperti ini, hari ini kami akan menurunkan semua tim Kementerian Lingkungan Hidup khusus ke KBN. Nanti minggu depan ke kawasan industri yang lain. Jadi setiap minggu kita akan bergeser untuk melakukan mapping dan memberikan arahan pengurangan emisi gas buang kita," ungkap Hanif.
Disebutkannya upaya untuk menekan terhadap potensi pencemaran udara dilakukan secara bertahap. Dia mengatakan Kementerian LH akan terus melakukan langkah-langkah berupa pengecekan ke tiap-tiap sumber potensi pencemaran udara.
"Memang tidak kemudian jadi 'simsalabim' terus baik sekali, nggak. Tetapi paling tidak, upaya ini akan mengerem kita semua untuk sedikit memperbaiki kualitas lingkungan, terutama udara di Jakarta," jelas Menteri LH.
"Jadi saya mohon izin, mungkin upaya yang kita lakukan itu tidak kemudian bisa mengubah langsung. Tetapi saya rasa step-step-nya kita taati. Jadi Menteri Lingkungan Hidup telah melakukan beberapa langkah," sambungnya.
Dia menjelaskan, dari hasil pengecekannya, KBN Marunda sudah memiliki stasiun pengamat kualitas udara (SPKU). Dia mengatakan pihaknya akan turut memasang SPKU di seluruh kawasan industri yang ada.
"Dari KBN di Marunda ini, telah terpasangnya stasiun pengamat kualitas udara, SPKU. SPKU ini kemudian ter-connect dari sistem pantau kami, jadi ini sudah langkah maju, dan kami akan terapkan ini ke seluruh kawasan industri untuk mengurangi.”
Kementerian Lingkungan Hidup sementara lebih fokus diberikan kepada Jabodetabek, mengingat wilayah tersebut memiliki jumlah 30,2 juta jiwa dengan tingkat kerapatan pemukiman, di mana penurunan kualitas lingkungan akan berdampak secara masif kepada masyarakat.
Pengawasan langsung oleh KLH akan dilakukan selama beberapa pekan ke depan untuk menurunkan polusi udara, dilakukan sejalan dengan upaya mengurangi asap dan polusi yang berasal dari kebakaran lahan.
Sebelumnya, pada 11 Maret 2025 yang lalu, Menteri Lingkungan Hidup bersama Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta menggelar uji emisi kendaraan bermotor kategori N dan O (heavy duty vehicle) yang berlangsung di KBN Kawasan Marunda, Selasa, (11/3/2025).
KBN kawasan Marunda dipilih karena selain merupakan kawasan industri, di lingkungan ini banyak beroperasi kendaraan kategori N dan O (kategori berat) beroperasi yang berpotensi sebagai penyumbang terbesar polusi udara.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurrofiq dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pihak untuk mengantisipasi penurunan kualitas udara di Jabodetabek.
“Kita akan bersama-sama menyusun rencana yang lebih detail dan sistematis. Tentunya, kami akan terus melakukan uji emisi ini secara berkelanjutan, dari kawasan ke kawasan lainnya,” ujar Menteri Hanif, Selasa (11/3). (Mjlh KBN#037/MY)






